Hari Jum’at
merupakan hari raya Umat Islam. Tak hanya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha, satu hari
di setiap minggu di setiap bulan dan di setiap tahun, kami berhari raya. Ramai
orang khususnya para lelaki tampan, yang pergi ke Masjid menunaikan shalat Jum’at.
Tak tampan pun mesti terlihat tampan, rapih, wangi dan bersih.
Hari Jum’at di
Pondok merupakan hari libur, tidak ada kegiatan belajar mengajar seperti
biasanya. Tapi bukan berarti kami tak berkegiatan. Banyak kegiatan
ekstrakurikuler diadakan untuk memanfaatkan hari istimewa ini.
Selepas Shalat
berjama’ah, baik santri putra dan santri Putri akan berkumpul di halaman masing
masing asrama, membentuk dua shaf barisan dan berhadap-hadapan. Kami menggelar Muhadatsah/Conversation. Akan diganti
setiap minggunya, Minggu ini berbahasa Arab, minggu depan berbahasa Inggris,
demikian terus berganti ganti.
Tema sudah
ditentukan oleh Qismul Lughah (Bagian
bahasa), topik apa yang akan dijadikan obrolan kami sepanjang pagi di sesi Muhadatsah tersebut. Temanya sederhana,
jarang yang njelimet, karena memang tujuannya untuk melatih kemampuan berbahasa
santri. Tema macam Fis Suuk (Di
Pasar), Yaumul ‘Uthlah (Hari libur)
kerap menjadi Maudhu’ (tema) yang
terus diulang ulang.
Qismul Lughah Putri seperti
kak Maya Naidah Sari, kak Eliya Dewita, kak Lisnawati, teh Annisa dan generasi
sesudahnya tak jarang akan berkeliling dari ujung ke ujung mengawasi
percakapan. Apakah memang bercakap-cakap sesuai tema, atau malah membicarakan
santri Putra yang juga sedang mengobrol tak jauh di seberang lapangan.
Qismul Lughah juga akan siap menjawab kira kira ada mufradat/kosakata yang terlupakan, maklumlah, kadang otak keras mengingat, tapi tak kunjung turun ke lisan. Dibutuhkan otak lain yang lebih pintar dan hafal untuk membantu menurunkannya.
Muhadatsah akan berlangsung kurang lebih setengah jam. Diakhiri
dengan gemuruh tepuk tangan dan ucapan Hayya
Nakhtatim bil hamdalah (Mari kita akhiri dengan mengucap hamdalah),
serempak para santri akan berucap alhamdulillaahi
rabbil ‘aalamiin.
Selepas Muhadatsah, para Santri Putri akan
berhamburan masuk ke dalam kamar masing masing. Karena jadwal berikutnya sudah
menunggu. Program Qismur Riyadhoh dah
membayang bayang di hadapan.
Saat olahraga, harus
pake seragam Olahraga. Kalo pun gak punya seragam, minimal pake Celana Panjang
dan juga Kaos. Gak boleh Olahraga pake baju bahan, apalagi mukena hehe. Oh ya,
hari Jum’at adalah hari bebas pake Celana Panjang. Karena di 6 hari selain hari
Jum’at, keluar kamar gak boleh pake Celana Panjang, harus pake Rok. Itu dah Nizham (aturan)nya.
Nah, kegiatan waktu
Olah Raga juga bisa bermacam macam modelnya, bisa Senam bareng, Jalan jalan ke
luar Pondok, baik ke Riva Ria, Sawangan Utara atau Telaga Golf, atau kadang
kadang juga Olah Raga Bebas, terserah mau ngapain. Mau main kasti, main Volley,
Badminton, Tenis Meja (ini jarang yang bisa, kecuali atlet macam Rohmah
Hidayati), atau main kejar tangkap (Ya, walaupun gak masuk cabang Olimpiade,
yang penting tetap masuk kategori Olah Raga lah. Iya aja, gak boleh protes ^-^
Nah, setelah selesai
Riyaadhah, saatnya Bulis dan Makan
Pagi. Bulis atawa piket sesuai dengan pembagiannya masing-masing. Di lain
waktu, Acu akan cerita mengenai Bulis ini ya, ada banyak cerita seru juga
tentang Bulis ini. Percaya deh!
Di cerita acu
tentang Tahu Balado, acu pernah cerita kan ya, kalo tiap hari Jum’at, menu
sarapannya adalah Nasi Goreng campur Krupuk.
Nasi Gorengnya suka dimasukin pak Minto teri, atau suwiran telur dadar.
Nasi Goreng ini pasti racikannya pak Minto. Karena harus dimasak di kuali
besar, dan butuh tenaga luar biasa untuk mengaduk Nasi Ratusan biji itu. Berat Tau!
Setelah makan dan
piket, baru deh ke kegiatan pribadi. Biasanya sih langsung antri nyuci, baik
sendiri maupun bareng bareng, kadang diselingi dengan ngobrol khas santri, atau
malah pada karaokean tanpa musik hihi.
Jam 09.00 WIB,
saatnya mengetuk kamar Bu Misbah, Kepala Asrama Putri kami tersayang. Ngapain?
Tiada lain tiada
bukan saudara saudara
Kesempatan yang
ditunggu setelah satu minggu
Rame rame
menyaksikan kotak segi empat isi gambar ukuran 15 inchi, TELEVISI
Menyajikan film Hindustani,
tumhara tumhere, aca aca (diucapin sambil geleng geleng kepala yaa)
Mulai keluarga Khan
baik Shakhrukh Khan, Amir Khan, Salman Khan, Saif Ali Khan, bang Is Khan (ini
asli ngarang), Sunil Seti, Silva Seti, Sunnyi Deoul, Bobby Deoul, Hritikh
Roshan, Rani Mukherjii, Kajol, Pretty Zinta, daan masih baaanyak lagi (Harus
buat judul khusus tentang Indihe ini, Yakin!)
Tanya India, tanya
anak Pondok haha
Belakangan acu jadi
makin maklum, ternyata di belahan Pondok lainnya juga penggemar Film India.
Terbukti pas kuliah, obrolannya nyambung tentang si Anu dan si Inu. Balapan
tanya info tentang film India lama maupun terbaru. Ini Fakta Sobat, Mayoritas
Santri Pondok adalah Penyuka India. Baik Putri maupun Putra. Catet!
Film abis biasanya
sampe jam 12.00. Pas dah tu dateng waktu Zuhur. Kalo santri Putranya shalat di
Masjid, kita shalat Zuhur di Mushola. Sempet Santri Putri dulu ikutan shalat
jum’at juga, itu pas zaman acu MTs sampe kelas 2. Tapi berhubung orang ganteng
yang mau Shalat Jum’at makin banyak. Jadi yang cantik cantik shalatnya di
Pondok aja.
Siang selepas Shalat
Zuhur, kita Makan Siang, lauk Sayur Asem seger dan Sambel Teri tempe. Itu endeeeees
banget. Apalagi bisa kebagian Jagung, trus digigit sambil dihirup kuah
sayurnya, Uwuwuwuwuuw... Lezat tak terkiraa. Cobain ya kapan kapan.
Siang setelah makan
saatnyaaa... Tiduuuuur.
Sunyi senyap deh
asrama Putri. Jarang ada kegiatan. Pernah juga dulu ada kegiatan Keputrian,
misalnya cara membuat tas dari karton, masak kue, pelajaran menjahit. Tapi
jarang jarang. Seringkali kegiatan yang berlangsung ya kegiatan pribadi, kalo
nggak istirahat, ya nggosok baju, ngerapihin lemari, atau ngumpul santai di Koya
(Tempat Jemuran baju).
Nah, kalo Sore sampe
Malem kegiatannya apa?
Dah kepanjangan
kayaknya ceritanya. Mendingan Acu posting tersendiri aja ya..
Jadi makin panjang
deh daftar PR tulisannya hehe
Memang kalo cerita
Pondok, gak bakal bisa habis deeh.. ya kaaaaan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar