Salah satu program
Departemen Bahasa (Qismul Lughah)
yang abadi itu Takallum. Takallum itu membuat cerita pendek dalam Bahasa Arab
maupun Bahasa Inggris, kemudian maju ke depan Santri lalu diceritakan ulang
(dihafal)
Program yang tepat untuk
membiasakan Santri melatih kemampuan berbahasanya. Sekaligus jadi alat untuk
membuat Santri menghafal kosakata baru, menyusun kalimat panjang, belajar buka
kamus dan melatih daya ingat juga.
Mulai dapat jatah
Takallum itu kelas 2 ke atas. Untuk anak kelas
1 mereka dapet jatahnya Kultum, sama membuat cerita maupun narasi
pendek, tapi berbahasa Indonesia. Karena mereka kan kosakata bahasa Arab dan
Inggrisnya belum banyak ya, dah berani maju ke depan gitu aja dah PRESTASI Banget.
Materi Takallum bisa
macem macem, kalo Acu baca kebiasaannya ni, hampir rata anak anak santri yang
baru mulai belajar takallum, pasti isi takallumnya gak jauh jauh dari materi
yang diambil dari buku Aqidah Akhlaq atau Qur’an Hadits. Setiap tahun pasti
materi itu akan berulang, yang dengerin berasa Dejavu eh kok kayaknya pernah
denger ya, mirip banget, Macam nonton Bioskop Trans TV yang filmnya diulang
ulang (Hell Boy lagi, Spiderman lagii hehe)
Nah, kalo Santri
yang lama, biasanya bahan takallumnya ngambil dari kisah sehari hari. Misalnya
tentang pengalaman jatuh naik motor saat Bulis ke luar, pergi ke Pasar,
dimarahin guru. Kadang ada juga cerita tentang keluarga misal pekerjaan
ayahnya, tinggal di mana, adeknya ada berapa, alamatnya di mana, yang biasanya nanti akan diakhiri dengan kalimat I love my Family very
much ^-^
Nah, ada lagi model
yang penting Takallumnya panjang. Ceritanya gak perlu panjang panjang, yang
penting ada kalimat setelah konjungsi dan dan dan dan dannya haha.
Jadi misalnya ni,
cerita tentang Hadiiqatul Hayawaan (Kebun Binatang).
Dzaata Yaumin, suatu hari
Azhabu ma’a usratii ila Hadiiqatil Hayawaan, Aku pergi bersama
keluargaku ke Kebun Binatang
Ismuha Hadiiqatul Hayawaan Raaghunaan, Namanya Kebun Binatang
Ragunan
Nazhabu bis sayyaarotil ‘aammah, kami pergi naik kendaraan umum
Nah, siap siap ni
bagian pamungkasnya
Hunaaka Anzhuru, di sana saya melihat.... eng ing eeeeng
Al-Asad wa ath-thuyuur wa al-qird wa al-ghanam wa al-fiil al-Ankabuut wa al-baqoroh wa an-Naml, wa
ghairu dzaalik.
Pokoknya semua nama
hewan disebutin daaah. Biar panjang takallumnya haha
Ada lagi ceritanya
Jejen, temen Alumni santri putra bilang ke Acu,
‘’Ane mah si, kalo
maju takallum judulnya gak jauh jauh dari Azhabu
ilad Diifuuuuk, Pergi ke Depok. ^-^^-^
Dan herannya, itu
judul gak hanya satu yang bawain, tapi berulang-ulang diputer lagi. Sampe
bagian Bahasa pusing deh, banyak banget yang ke Depok, tapi yang setor oleh
oleh mah gak ada. Kebagian ceritanya doang ^-^
Nah, yang rada
ngelunjak lain lagi. Setiap dapet jadwal takallum, nyari temen buat dimintain
tolong terjemahin dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Arab atau Inggris. Teksnya
mah dah ada, tinggal diterjemahin doang. Dateng iya bawa kamus, tapi tetep aja
yang nyariin kosakatanya ya si temennya ini.
Parahnya lagi, temen
yang dimintain tolong ya si Bagian Bahasa itu sendiri, abis itu dia koreksi
sendiri, dia tanda tanganin, baru nanti dihafal sama yang punya hajat. Kalo
hafal sih rada mendingan, tapi sering banget udah dibuatin, diterjemahin,
dikoreksiin, sampai di depan malah gak hafal, berulang kali nanya, ‘Madza..madza,
sst Madza? (Apa..apa lanjutannnya?) hahaa... yang merasa ngacung deeeh, Geleng
geleng
Biasanya baik
takallum maupun kultum diadakan setelah shalat Ashar. Jadi tiap sore kita akan
didongengi berbagai macam cerita dalam beragam versi bahasa ^-^ , yang umumnya kalimat
pembukanya seragam, seperti berikut ini:
I’m standing here
I want to speak in
front of you all, in the title ‘’Going to the Zoo’’
But before it, I
want to give you some vocabularies, Zoo= kebun binatang, Lion=singa,
Cage=kandang
Going to the zoo,
... (bla bla bla...)
Ehm, btw bus way Sudah buat
takalumnya belum?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar