Rabu, 03 Agustus 2016

MAN TAKALLUM?



Salah satu program Departemen Bahasa (Qismul Lughah) yang abadi itu Takallum. Takallum itu membuat cerita pendek dalam Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris, kemudian maju ke depan Santri lalu diceritakan ulang (dihafal)

Program yang tepat untuk membiasakan Santri melatih kemampuan berbahasanya. Sekaligus jadi alat untuk membuat Santri menghafal kosakata baru, menyusun kalimat panjang, belajar buka kamus dan melatih daya ingat juga.

Mulai dapat jatah Takallum itu kelas 2 ke atas. Untuk anak kelas  1 mereka dapet jatahnya Kultum, sama membuat cerita maupun narasi pendek, tapi berbahasa Indonesia. Karena mereka kan kosakata bahasa Arab dan Inggrisnya belum banyak ya, dah berani maju ke depan gitu aja dah PRESTASI Banget.

Materi Takallum bisa macem macem, kalo Acu baca kebiasaannya ni, hampir rata anak anak santri yang baru mulai belajar takallum, pasti isi takallumnya gak jauh jauh dari materi yang diambil dari buku Aqidah Akhlaq atau Qur’an Hadits. Setiap tahun pasti materi itu akan berulang, yang dengerin berasa Dejavu eh kok kayaknya pernah denger ya, mirip banget, Macam nonton Bioskop Trans TV yang filmnya diulang ulang (Hell Boy lagi, Spiderman lagii hehe)

Nah, kalo Santri yang lama, biasanya bahan takallumnya ngambil dari kisah sehari hari. Misalnya tentang pengalaman jatuh naik motor saat Bulis ke luar, pergi ke Pasar, dimarahin guru. Kadang ada juga cerita tentang keluarga misal pekerjaan ayahnya, tinggal di mana, adeknya ada berapa, alamatnya di mana,  yang biasanya nanti akan  diakhiri dengan kalimat I love my Family very much ^-^

Nah, ada lagi model yang penting Takallumnya panjang. Ceritanya gak perlu panjang panjang, yang penting ada kalimat setelah konjungsi dan dan dan dan dannya haha.
Jadi misalnya ni, cerita tentang Hadiiqatul Hayawaan (Kebun Binatang). 

Dzaata Yaumin, suatu hari
Azhabu ma’a usratii ila Hadiiqatil Hayawaan, Aku pergi bersama keluargaku ke Kebun Binatang
Ismuha Hadiiqatul Hayawaan Raaghunaan, Namanya Kebun Binatang Ragunan
Nazhabu bis sayyaarotil ‘aammah, kami pergi naik kendaraan umum

Nah, siap siap ni bagian pamungkasnya
Hunaaka Anzhuru, di sana saya melihat.... eng ing eeeeng
Al-Asad wa ath-thuyuur wa al-qird wa al-ghanam wa al-fiil  al-Ankabuut wa al-baqoroh wa an-Naml, wa ghairu dzaalik.

Pokoknya semua nama hewan disebutin daaah. Biar panjang takallumnya haha

Ada lagi ceritanya Jejen, temen Alumni santri putra bilang ke Acu,
‘’Ane mah si, kalo maju takallum judulnya gak jauh jauh dari Azhabu ilad Diifuuuuk, Pergi ke Depok. ^-^^-^

Dan herannya, itu judul gak hanya satu yang bawain, tapi berulang-ulang diputer lagi. Sampe bagian Bahasa pusing deh, banyak banget yang ke Depok, tapi yang setor oleh oleh mah gak ada. Kebagian ceritanya doang ^-^

Nah, yang rada ngelunjak lain lagi. Setiap dapet jadwal takallum, nyari temen buat dimintain tolong terjemahin dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Arab atau Inggris. Teksnya mah dah ada, tinggal diterjemahin doang. Dateng iya bawa kamus, tapi tetep aja yang nyariin kosakatanya ya si temennya ini.

Parahnya lagi, temen yang dimintain tolong ya si Bagian Bahasa itu sendiri, abis itu dia koreksi sendiri, dia tanda tanganin, baru nanti dihafal sama yang punya hajat. Kalo hafal sih rada mendingan, tapi sering banget udah dibuatin, diterjemahin, dikoreksiin, sampai di depan malah gak hafal, berulang kali nanya, ‘Madza..madza, sst Madza? (Apa..apa lanjutannnya?) hahaa... yang merasa ngacung deeeh, Geleng geleng

Biasanya baik takallum maupun kultum diadakan setelah shalat Ashar. Jadi tiap sore kita akan didongengi berbagai macam cerita dalam beragam versi bahasa ^-^ , yang umumnya kalimat pembukanya seragam, seperti berikut ini:

I’m standing here
I want to speak in front of you all, in the title ‘’Going to the Zoo’’
But before it, I want to give you some vocabularies, Zoo= kebun binatang, Lion=singa, Cage=kandang
Going to the zoo, ... (bla bla bla...)

Ehm, btw bus way Sudah buat takalumnya belum?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar